ETERNAL LOVE | Chapter 1 : Pertama Bertemu

ETERNAL LOVE | Chapter  1 : Pertama Bertemu

1.....
2.....
3.....

Ya... Dalam waktu 3 detik aku telah jatuh cinta, aku telah jatuh cinta dengan seseorang wanita yang baru aku lihat.

Dia melewatiku, hati ini begitu berdebar saat aku melewati dirinya. Wajahnya yang begitu cantik layaknya bidadari yang turun dari surga membuat semua kaum lelaki begitu menginginkannya sebagai kekasih mereka. Dan begitu juga diri ku yang menginginkan sebagai kekasihku, emm...tidak, bahkan aku menginginkannya sebagai pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak.

"Hei... Keynal! Bengong ajalo. Lihatin siapa sih?" Tanya seorang pria yang tak lain adalah sahabatku. Dan aku hanya memalingkan muka menghadapnya sambil tersenyum.

"Oh... Enggak, guegaklihatin siapa-siapa." Jawabku mengelak, sebenarnya aku sedang melihat pujaan hati ku yang sedari tadi tak lepas dari pandanganku.

"Ya udah ya Bob. Gue duluan," Aku berpamitan kepada sahabatku Boby, "Gue masih ada kelas soalnya." Tambahku memberi alasan.

Boby mendelikan matanya dan memandangku, "Ya udah tapi nanti kita jadikan ke caffe sama anak-anak?" Tanyanya kepadaku yang lalu meminum minumannya.

"Hmm..." Jawabku singkat dan berlalu pergi.

Kini aku telah sampai di ruangan kelas ku yang begitu banyak cat, kuas dan kanvas. Ya aku adalah seorang mahasiswa yang mengambil jurusan kesenian terutama di bidang lukis.

Aku seseorang yang menyukai akan keindahan suatu objek yang lantas aku gambar di atas kain kanvas milik ku.

Saat aku sedang melukis di dekat jendela aku tak sengaja melihat wanita yang berhasil membuat hatiku berdebar begitu kencang. Yang membuat dalam hitungan 3 detik membuatku jatuh cinta. Dia sedang duduk di bangku taman yang tak jauh dari tempatku berada.

"Mana...mana pensil dan buku gambar ku!?" Ucapku segera mencari pensil dan buku gambarku, "Aku tak boleh menyianyiakanmoment langka ini." Seruku dan aku langsung melukis dirinya yang sedang duduk di bangku taman itu yang aku lihat dia sedang membaca sebuah buku.

Aku terus melihat dirinya yang terlihat serius membaca buku. Aku torehkan pensilku di atas buku gambarku. Aku lukis dari wajahnya sampai seluruh tubuhnya. Aku melukisnya dengan khusuk.

"Hehe..." Aku tertawa saat melihatnya menggaruk kakinya yang sepertinya di gigit serangga, aku tertawa saat tingkahnya mengoleskan air liurnya di bagian yang di gigit serangga.

Akan tetapi di saat aku sedang melihat lukisanku dan aku melihatnya lagi tiba-tiba saja dia sudah tidak ada di tempatnya. Dia begitu saja hilang dan lenyap.

"Loh?? Di mana dia? Kok gak ada?" Aku segera berlari mencarinya. Aku mencarinya di sekitar tempatnya duduk namun hasilnya nihil.

Akan tetapi aku tak putus asa. Aku terus berkeliling kampus untuk mencari sosoknya.

Di saat aku sudah putus asa dan aku berjalan menunduk, rak sengaja aku menabrak seseorang dan kita berdua pun terjatuh.

"Aduuhhh!!!" Ucap orang itu yang aku tabrak karena keteledoran ku yang tak begitu memperhatikan jalan.

Aku melihatnya yang masih terjatu, "Maaf, maaf. Gue gak sengaja." Ucapku meminta maaf dan aku langsung membantunya memunguti bukunya yang jatuh berserakan.

"Iya, gak apa-apa. Lain kali hati-hati ya kalau jalan." Tuturnya yang sepertinya sedang menasehatiku.

Aku yang sudah membantu memunguti bukunya lantas menadahkan kepalaku untu melihat wajahnya, "Loh... K-kau?" Ucapku kaget. Gimana tidak kaget, orang yang aku tabrak saat ini adalah wanita yang baru saja aku lukis, ya wanita itu adalah wanita yang sudah membuatku jatuh cinta dalam hitungan 3 detik.

Wanita itu memandangku heran, "Kau mengenalku? Apakah kita pernah bertemu?" Tanyanya kepada ku, aku yang di tanya langsung gelagepan.

"Eh... I-itu a-anu aku sering melihatmu di taman sebalah sana sambil membaca buku." Aku yang gugup langsung memutar otak untuk menjawab pertanyaannya. Sebisa mungkin aku bersikap tenang agar tidak terlihat gugup.

"Oh... Hmm..." Wanita itu tersenyum manis.

"Ya Tuhan... Manis sekali senyumnya. Rasanya adem banget melihat senyumnya." Batinku dalam hati.

"Hei... Kok bengong sih."

"Eh... Eng-enggak kok. Oh iya maaf ya tadi aku tidak sengaja menabrak mu, aku tadi buru-buru soalnya." Aku meminta maaf padanya yang alasanku terburu-buru, ya sebenernya sih aku terburu-buru karena sedang mencarinya.

"Oh iya gak apa-apa kok, cuma lain kali lebih hati-hati aja ya? Biar gak merugikan dirimu sendiri dan orang lain."

"Iya, maaf ya sekali lagi. Aku benar-benar tidak sengaja. Kau tidak apa-apa kan?"

"Iya aku tidak apa-apa kok." Jawabnya dan lagi-lagi dia tersenyum yang membuatku semakin terpana akan senyum manisnya.

"Oiya, kenalin nama aku Keynal." Aku menjulurkan tanganku untuk berkenalan dengannya.

Wanita itu menyambut tanganku, "Iya aku Melody." Jawabnya yang menyebutkan namanya.

Dan di saat itulah aku mulai tau siapa namanya, dia adalah Melody. Mahasiswi di kampus ini juga yang mengambil jurusan sastra jepang. Dan sejak itulah aku sering menemuinya sekedar bertanya tentang bahasa jepang yang sebenarnya itu adalah alasan ku saja agar aku bisa bertemu dan mengobrol dengan dirinya.


To Be Continued.

Celotehan:

Maaf kalau ceritanya kurang menarik. Maklum penulis amatir, semoga bisa menghibur anda semua yang membaca.

By: Dody Hermawan.
Twitter: @NgupilAja





ETERNAL LOVE | Chapter 1 : Pertama Bertemu ETERNAL LOVE | Chapter  1 : Pertama Bertemu Reviewed by Melodion on Desember 04, 2017 Rating: 5

2 komentar:

  1. Mungkin ini prolog ya, perkenalan singkat antara tokoh utama dan wanitanya.
    mudah2an tdk seklise cerita roman pada umumnya, ditunggu lanjutan.nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kritik dan sarannya. 😊

      Hapus

Beri dukungan kepada para penulis-penulis cerita yang ada di-Melodion cukup dengan memberi komentar (Pendapat, review atau pun kritik) dikolom komentar.

- Melodion team -

Diberdayakan oleh Blogger.