Type something and hit enter

author photo
Posted by On

[MELODION] ADIS, JAKARTA. –  Review ini memiliki kata-kata kasar, diharapkan pembaca bijak untuk mengerti maksudnya dan tidak ditiru.


Ready Player One
Director : Steven Spielberg
Writer : Zak Penn, Ernest Cline
Stars : Tye Sheridan, Olivia Cooke, Ben Mendelsohn
-
Kali ini Melodion akan mencoba me-review sebuah film yang Melodion tonton kemarin siang (29 Maret 2018) dan sudah menjadi target Melodion untuk menonton film ini sejak melihat jadwal rilisnya di bioskop. Karena ini baru pertama kalinya Melodion me-review mungkin akan sedikit ‘Keceplosan’ yang mengakibatkan spoiler bagi yang membaca ini.
Melodion ingatkan sekali lagi, review ini mungkin akan sedikit mengandung Spoiler. Jadi bagi yang tidak mau terkena spoiler tutub tab artikel ini dan cari bacaan lain disini, dan bagi yang tidak masalah dengan spoiler bisa melanjutkan bacaan ini dibawah.
Melodion akan beri waktu 5 detik untuk berpikir mengenai paragraph ke-2 diatas.
1



2



3



4



5



-
Apabila kalian sudah membaca tulisan ini berarti kalian tidak masalah dengan review yang akan Melodion berikan, dan tanpa basa-basi lagi inilah review-nya.
-
REVIEW
READY PLAYER ONE, sebuah film yang menurut Melodion merupakan umpan dari WARNER BROS untuk menghadapi film-film yang akan memasuki musim panas nanti. Bisa dibilang dari bulan April hingga Juni nanti film-film blockbuster akan bersaing secara ketat.
Film yang diadaptasi dari novel ini diserahkan sepenuhnya oleh tangan dingin Steven Spielberg sebagai sang sutradara. Terlebih lagi setiap karya-karyanya selalu bisa menarik perhatian setelah film JURRASIC PARK nya yang pertama mencuri perhatian mata dunia, terlebih lagi film terakhirnya kemarin THE BFG juga menampilkan visual yang memanjakan mata.
Tapi apakah dengan itu Steven Spielberg mampu menangani ‘Anak’nya yang diadaptasi dari kisah novel ini? Hmm.
Kalau dilihat dari poster film nya di bioskop mungkin akan terlihat biasa saja bagi semua orang apalagi bioskop sekarang sedang digempur oleh beberapa film seperti TOMB RAIDER, PACIFIC RIM: UPRISING, DANUR 2 dan lain-lain. Film READY PLAYER ONE mengangkat tema yang futuristik dan perpaduan dengan teknologi yang sudah sering kita dengar yaitu Virtual Reality.
Film ini menuturkan kisah seorang pemuda bernama Wade Watts (Tye Sheridan) yang berasal dari pemukimam kumuh nan suram. Setting film ini terjadi pada tahun 2045, dan ditahun itu semua orang memiliki kehidupan yang ‘Indah’. Indah yang dimaksud adalah Wade dan beberapa orang telah menjadi pengguna OASIS, yaitu sebuah kehidupan virtual yang memberikan kehidupan yang diidam-idamkan semua orang. Kemudian sang pencipta OASIS meninggal dunia dan ia menjanjikan kekayaannya yang melimpah sebagai ‘Harta Karun’ dengan para pengguna OASIS lainnya dan ‘Harta Karun’ nya itu tidaklah mudah untuk ditemukan.
Plot-nya sudah mulai terbaca bukan dan terasa sederhana, tapi benarkah cerita ini sesederhana seperti yang dipikirkan?
Sayangnya itu bisa dipatahkan oleh Steven Spielberg, ceritanya memang sederhana akan tetapi bukan Spielberg namanya kalau tidak meramu cerita itu dengan unsur-unsur yang lain. Dari cerita yang sederhana itu dia meramunya lagi menjadi cerita yang kreatif dengan bumbu-bumbu Pop Culture ditambah lagi dengan ‘Aneka Rasa’ dari teknologi bernama Virtual Reality sehingga menjadi tontonan yang menarik dan sangat nikmat untuk disantap! Disetiap semua adegan sangat seru dengan konsep futuristik ditambah jalannya cerita sehingga perpaduan ini semua sangat pas.

Dan tokoh utama ini yakni Wade Watts a.k.a Parzival (Panggilan dia di OASIS) digambarkan bukanlah sebuah karakter petarung yang ‘SELALU MENANG’ dengan ‘Keberuntungan’ dan ‘Kenaifan’. Tidak, tidak tidak tidak tidak dan tidak! Tetapi sang sutradara ‘Mengantar’ para penonton untuk mendalami kisah Wade yang terhubung dengan karakter ia di OASIS bernama Parzival, jadi selama sang sutradara ‘Mengantar’ kita sebagai penonton diberbagai ‘Belokan demi belokan’ maka proses-proses itu kita akan bisa mengerti kenapa seorang Wade/Parzival akhirnya bisa menyelamatkan dunia OASIS. Dan selama proses itu kita juga akan melihat isi-isi dari dunia OASIS yang imajinatif dan full fantasy.
Film ini juga membawa rasa nostalgia bagi yang lahir tahun 80-90’an bahkan juga bisa dinikmati oleh orang-orang yang tak pernah ‘Mengenalnya’ dikarenakan karakter-karakter orang yang didalam OASIS ini menggunakan karakter-karakter klasik yang berasal dari Game klasik, Action Figure, film-film bahkan beberapanya dari game-game android modern.
Jadi ini bisa dinikmati oleh siapa saja, baik gamer mau pun non-gamer. Dan bagi sebagian orang pasti menganggap film ini adalah surganya Easter Egg karena begitu banyak tokoh-tokoh game/film lama muncul disini. Dan lebih ANJINGNYA LAGI! (Konotasi ini berupa pujian ‘Kasar’ bukan makian) semua itu berhasil di-Blend dalam segala unsur-unsur yang ada didalam film ini.
Didunia OASIS tentu saja Wade/Parzival akan bertemu player-player lainnya sehingga membentuk kelompok dan tentu saja mereka hanya bertemu lewat dunia virtual, dan nanti akan terasa kekonyolan bagi kalian saat melihat mereka bertemu langsung didunia nyata saat memenangkan OASIS. Kalian pasti akan merasakan apa yang dirasakan mereka nantinya.

Kalau tokoh lain bertemu tokoh lain maka ada yang namanya Chemistry, dan apakah Chemistry para tokoh difilm ini bisa dinikmati secara rasionalis? Dan jawabannya adalah.... YA! Chemistry para tokoh-tokoh yang ditampilkan disini terjalin begitu apik dan tak ada unsur ‘Memaksa’ ditambah lagi karakteristik masing-masing tokohnya memiliki keunikan tersendiri sehingga kita ikut terlarut dalam larutan team work mereka! (Kayak larutan penyegar aje)
Dan itu untuk kelompok protagonis-nya, bagaimana dengan tokoh antagonis-nya?
Tokoh antagonis difilm ini bernama Nolan, seorang antagonis yang bengis, licik, brengsek dan ‘SIALAN KAU!’ karena diperankan cukup baik oleh Ben Mendelsohn. Bener, karakter Nolan yang dibawakan Ben Mendelson ini memperkenalkan sifat ambisiusnya yang mampu membuat karakter Nolan menjadi sosok yang tadi seperti yang melodion bilang sebelumnya (bengis, licik, brengsek dan ‘SIALAN KAU!’). Melodion sangat suka melihat tokoh antagonis ini yang merangkap boss dari bisnis virtual OASIS, Nolan (Ben Mendelsohn) benar-benar menampilkan kharismanya sebagai sosok antagonis yang kuat dalam fim ini.
Oke, semua paragraf-paragraf diatas adalah bentuk pujian yang melodion berikan terhadap film ini. Dan sekarang waktunya untuk kekurangannya.
BANGSAT! Ungkapan makian ini melodion seru karena melodion belum menemukan apa-apa saja yang bisa dikritik terhadap film ini karena biasanya untuk sekali nonton film saja melodion sudah bisa menemukan celah-celah untuk dikritik. Tapi tidak difilm ini, saking dibuai oleh film ini dengan cerita, visual dan action-nya membuat melodion susah mencari celah untuk mengkritiknya. Bangsat sekali bukan? Hahahaha. Tapi Melodion bisa melihat sedikit kekurangan, yah, tak ada film yang sempurna. Kekurangan itu adalah gerakan film diberbagai karakter yang... yah ‘Sedikit’ nanggung gitu, antara dialog dan pembawaan karakternya, lalu ada juga beberapa adegan yang terlalu didramatisir menurut Melodion.

Film READY PLAYER ONE sangat melodion rekomendasikan untuk kalian terlepas kalian itu gamer atau tidak. Mau kalian lahir tahun berapa atau ini itu. Karena film ini sangat cocok untuk semua kalangan dan bonusnya mungkin untuk para gamer yang bisa bernostalgia dengan pop culture jaman dulu.
Apabila ada orang yang berkata “Ini nih baru film anak 90 an!”, kalian acuhkan saja orang seperti itu. Itu orang yang SOK TUA, SOK TELAH MEMILIKI BANYAK PENGALAMAN YANG TAK PENTING UNTUK DIUMBAR dan MEREMEHKAN ORANG-ORANG YANG LAHIR DIATAS TAHUN KELAHIRAN GENERASI MEREKA DAN MENYEBUT MEREKA DENGAN GENERASI MICIN. Emangnya orang-orang itu kira mereka dari kecil bersih dari micin? Taik.
“Anak-anak jaman sekarang mana tau serunya main kelereng, main kelayang!” KENAPA TIDAK KAU WARISKAN PERMAINAN ITU KEPADA MEREKA? KENAPA TIDAK KAU AJARI MEREKA PERMAINAN TRADISIONAL ITU? KAN TOLOL? NGOMONG AJE DISOSMED BISANYA! APA BEDANYA KALIAN DENGAN YANG KALIAN KATAIN? KALIAN MAIN HP KAN WAKTU MENGATAI MEREKA? TOLOL!
Ya, itu sedikit uneg-uneg dari Melodion, Melodion juga bisa dibilang ‘Generasi 90’ tapi Melodion eneg melihat generasi Melodion bersikap angkuh dengan generasi-generasi baru.
Mari kembali kejalan yang benar ~
Jadi sekali lagi, film READY PLAYER ONE sangat direkomendasikan untuk ditonton, karena selain jalan ceritanya yang enak diikuti ditambah visual ini-itu, disini juga banyak adegan-adegan yang memorable dan ada porsi drama yang ‘Menyentuh’ bagi kalian. Film ini sudah berhasil melebih ekspektasi yang akan membuat kalian mendapatkan ‘Kesan’ sesuatu saat selesai menontonnya.
Bahkan Melodion akan menontonnya lagi mumpung bentar lagi tanggal muda muhehehe.
-
Score READY PLAYER ONE versi Melodion : 4 point dari 5 point (4/5)
Apakah rekomended : Ya, sangat direkomendasikan.
-
Akhir kata terima kasih sudah bersedia membaca review film ala Melodion, mungkin ada kekurangan dan lain-lain karena Melodion mencoba membuat review dengan gaya Melodion (Tuh buktinya ada makian dan pujian ‘Kasar’) hahahaha.
-
PENULIS ARTIKEL
Adis
EDITOR
Damar
SUMBER REFERENSI ARTIKEL
‘Ready Player One’ movie

© Melodion 2018 all right reserved

Click to comment