Type something and hit enter

author photo
Posted by On
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (Nggak jawab salam dosa lho)
Pada kesempatan kali ini saya ingin membuat tips menulis cerita versi saya dikarenakan saya masih menganggap diri saya amatir dalam dunia tulis menulis maka dari itu saya menyebutnya dengan ‘VERSI SAYA’. Lantas kenapa saya membuat tips ini? Karena eh karena banyak segelintir pembaca yang menanyakan hal ini kepada saya.
-
Tidak ada angin, tidak ada hujan.... tiba-tiba datang Najwa Shihab dan ia duduk dihadapanku. Aku menatapnya, dan dia pun menatapku.
Lama saling tatap-menatap akhirnya aku bertanya, “Anda naksir saya?”
Najwa memincingka matanya, “Saya tidak butuh ditaksir oleh orang seperti anda.”
“Oh, begitu.”
“Tapi saya mau ditraktir oleh anda.”
Dengan terpaksa aku menjamu dia dengan sebuah Omellet Sandwich dan Water Mixed Orange Syrup untuk orang elit sepertinya. Ngomong-ngomong keren ya nama makanan dan minumannya? Kalau versi bahasa Indonesia nya adalah Roti isi telur dadar dan air putih dicampur sirup jeruk.
Orang lagi bokek malah minta ditraktir.
Setelah Najwa Shihab menghantam makanan dan minumannya secara mem-pig-blind (baca: membabi buta) maka kami kembali saling bertatapan mata. Aku menyalakan rokok gudang garam dan bertanya, “Ada keperluan apa anda menemui saya?”
“Hmm,” Najwa tersenyum tipis. “Saya datang untuk mewakili para pembaca dengan apa yang hendak anda lakukan nanti.”
“Lalu apakah itu, No-na-Naj-wa?” tanyaku lagi dengan senyum angkuh.
“Tentang apa yang anda sebutkan sebelumnya diparagraf awal, Tu-an-Di-on,” senyum angkuh wanita ini juga terukir dibibirnya.
“Paragraf awal?”
“Ya!”
“Yang Assalammualaikum?” tanyaku untuk memastikan.
“Bukan!” dia mendadak sewot.
“Oh,” aku mengangguk. “Sudah dijawab belum salamnya?”
Waalaikumsalam,” balasnya singkat. “Ini tentang tips menulis yang anda jabarkan diparagraf sebelumnya.”
Aku terhenyak, “J-Jangan-jangan anda...”
“Ya,” Najwa tersenyum sinis, “Saya akan memberi anda pertanyaan.”
Suasana pun mencekam, langit mendadak mendung, angin kencang menerpa kafe dimana kami berada dan netizen ribut-ribut soal Gen Halilintar yang melakukan bisnis video call dengan harga 5 juta padahal bagi saya itu tak penting-penting amat untuk diributkan karena itulah yang namanya bisnis.
Punggung ini lantas bersandar dibadan kursi, dengan senyum angkuh aku berbicara, “Berikan pertanyaanmu itu, wahai pembawa acara Mata Najwa.”
“Acara saya itu sudah berhenti.”
“Oh maaf-maaf.”
“Saya akan maafkan anda kalau anda mentraktir saya.”
Lagi dan lagi dengan terpaksa aku menjamu dia. Kali ini menu-nya adalah Chicken Breast Swimming in Oil Boils (Baca: Dada ayam berenang diminyak panas A.K.A dada ayam goreng) dipadu dengan minuman Aqua Glass Stabbed by Straw (Baca: Aqua gelas yang ditusuk sedotan A.K.A aqua gelas biasa)
Selagi dia menikmati hidangan yang disajikan maka Najwa mulai memberi saya pertanyaan.
[1.] Apakah ada perbedaannya dengan tips menulis cara anda dengan tips menulis yang bisa dicari di Google?
- Tentu saja (Saya tersenyum) tidak ada bedanya.
[2.] Lantas kenapa anda dengan angkuhnya berkata ingin memberi tips menulis?
- Saya tidak angkuh.
[3.] Oh maaf kalau begitu.
- Tapi saya sombong.
-
Najwa memiringkan bibir sejenak sambil menyeruput aqua gelasnya, setelah itu ia kembali bertanya setelah menyantap makanan.
[4.] Lhlhlh knhpg andhhh memhgbg thhhis menhlsis slhin alhssn ditnyah pmbhca anhda?
- Mbak, mbak, tolong telan dulu makanannya, mbak. Baru habis itu mbak ngomong.
-
Najwa menyelesaikan dulu kunyahannya, setelah menelannya maka dia kembali bertanya.
[5.] Lantas kenapa anda berkeinginan memberi tips menulis selain dari alasan ditanya oleh pembaca anda?
- Tidak ada pertanyaan yang lebih susah? Gampang sekali pertanyaannya. (Tersenyum angkuh)
[6.] Boleh saya nambah ayam gorengnya?
- Oke! (Gegalapan, dompet menipis) Jadi begini, Nona Najwa. Sebenarnya ini untuk menjawab segala pertanyaan itu.  Semenjak saya masih mempunyai Twitter saya sering ditanyai soal bagaimana caranya menulis cerita dan ini diketahui oleh kedua owner blog Melodion yang sekarang. Jadi gara-gara itu mereka berdua meminta saya membuat hal ini.
[7.] (Alis Najwa naik sebelah) Untuk?
- Kata mereka untuk menambah postingan blog Melodion.
-
Mata Najwa membulat, dia menggebrak meja dan berkata, “Dimana mereka? Saya mau menanyakan hal ini kepada mereka berdua!”
Aku menoleh kesamping dan menunjuk keberadaan meja yang ditempati 4 orang yang asyik berkutat dengan laptopnya, “Itu, yang mukanya mesum. Ega dan Adis.”
Tanpa basa-basi dan kata-kata permisi, Najwa Shihab menyambangi meja mereka yang dihuni oleh Ega, Adis, Damar dan Enu. Mereka berempat adalah teman saya yang menumpang wifi dikafe teman saya ini yang bernama Beny.
“Jadi anda yang namanya Ega dan Adis?!” tanya Najwa Shihab sehabis menggebrak meja.
Ega dan Adis kaget, mereka berdua memeluk laptop masing-masing.
“Jawab?!” Najwa melotot.
“B-Bukan saya, Mbak! Bukan saya pelakunya! Bukan!” Ega gegalapan dan disambung Adis, “Bener, Mbak! Bukan kami! Bukan! Bukan”
“Saya tidak butuh alasan! Saya hanya butuh jawaban! Sekarang jawab, sudah berapa lama anda berdua melakukan ini?!”
Sekarang Ega dan Adis ditanya-tanya Najwa dengan atmosfir “PETUGAS POLISI-MEMINTA-KETERANGAN-TERSANGKA PELAKU KEJAHATAN” atau disingkat ‘INTEROGASI’, yang ditonton oleh Damar dan Enu dengan wajah bego mereka.
Sementara aku kembali keaktifitas biasa, merokok sambil meramu kopi panas dihadapanku hingga datang 2 wanita menghampiri tempatku berada.
“Udah lama nunggunya?” tanya seorang wanita yang duduk disampingku, namanya Mumu, dia adalah istriku.
“Lumayan,” aku tersenyum. “Dandan dulu ya?”
“Iya,” Mumu tersenyum. “Gakpapa kan terlambat 5 jam begini?”
“Oh gakpapa,” aku tersenyum manis kepada istriku ini.
“Kok duduk sendirian disini?” tanya seorang wanita didepanku sambil menaruh tas yang ia bawa dikursi kosong disebelah.
Aku menoleh kedepan dan melihat Melody, mantan anggota JKT48 yang biasa kupanggil dengan nama Ody. Dan tadi ia bertanya sambil melihat meja tempat teman-temanku yang lain berada (Tempat dimana Ega dan Adis diinterogasi sama Najwa)
“Beda kasta,” jawabku kalem.
“Ouuh,” Melody tersenyum dan berkutat dengan handphone-nya.
“Sudah keluar dari JKT48 kan? Bagaimana kalau kamu menjadi istri ke-2 ku nanti?”
Melody memandangku dan tersenyum, “Kan kita udah menikah di cerita Beautiful Aurora?”
“Oh iya,” aku memanggut-manggut.
Melody kembali berkutat dengan handphone-nya sedangkan aku dihajar oleh Mumu dengan beringas dan tak berperike-suami-an (Manusiawinya para suami.... anggap saja begitu). Setelah puas menonjok suaminya ini maka Mumu bertanya.
“Ngapain aja tadi?” tanyanya dengan nada penuh kasih sayang sebagai seorang istri.
“Mau memberi pembaca tips menulis dengan gayaku,” jawabku dengan senyum, darah dimulut menyucur dimana-mana.
“Oh gitu, yaudah deh. Adek pesen makanan dulu ya?”
“Iya,” aku mengangguk.
“Yuk, Mel,” ajak Mumu kepada Melody.
“Yuk-ayuk!” Melody beranjak dengan semangatnya, pendek-pendek kuat makan.
Mumu dan Melody pergi untuk memesan makanan, dan aku? Tampaknya aku harus melakukan apa yang harus kulakukan dengan apa yang kujanjikan diawal paragraf tadi. Dan inilah
TIPS MENULIS CERITA VERSI DION
Sebelum anda membaca tips menulis yang hendak saya berikan, lebih baik anda mendengarkan lagu dibawah ini sebagai teman anda membaca. Lagipula lagu-lagu yang saya rekomendasikan tidak pernah mengecewakan bukan?
Kalau sudah mari kita lakukan...
TIPS MENULIS CERITA VERSI DION
[1] PASTIKAN ANDA SUDAH MEMILIKI IDE CERITA.
Ya, inilah yang pertama kali saya lakukan saat menulis sebuah cerita. Dan yang namanya ‘Ide’ ini tersebar dimana-mana dan bisa kalian raih dan kalian olah sedemikian rupa dengan kemampuan kalian.
Dan kebanyakan ide biasanya dari pengalaman-pengalaman kalian. Seperti saat menonton film, tv series atau pun membaca cerita orang lain.
Kalau contoh dari saya, bagi yang sudah pernah membaca cerita saya pasti tahu akan cerita “Multiverse” yang saya bikin bukan? Yaitu cerita tentang bertemunya Dion-Dion lain dunia pada 1 tempat.
Saya mendapatkan ide itu saat saya menonton film Jet Lee yang berjudul The One. Bagi yang sudah menonton film The One, maka itulah sumber ide saya membuat konsep multiverse dicerita saya itu. (Meski konsep yang saya pakai itu berbeda dengan film The One)
Kalau masih kesusahan mencarinya maka jangan panik, tenang saja.
Bagaimana kalau saya bilang saat anda membaca tulisan saya ini anda sudah berada diruang ide, siapa tahu ada yang berpikiran seperti saya dan berpikir seperti ini.
“Wah! Gue mau bikin cerita tentang seseorang yang memberi ide kejahatan terhadap orang-orang yang membutuhkan, dan ini akan menjadi cerita yang unik. Seorang pria biasa ternyata memiliki pikiran class criminal tapi dia tidak pernah melakukan tindakan kriminal yang ada dipikirannya, malah bisa dibilang dialah memberikan ide-idenya itu kepada orang lain agar melakukan tindak kriminal sesuai yang ia berikan.”
Mungkin perlu contoh lagi, semisalnya anda melihat orang bermain game, itu juga bisa menjadi ide untuk bahan cerita.
“Keliatannya game ini bisa gue jadiin bahan cerita. Ceritanya tentang orang yang tergila-gila pada game dan sering bertengkar dengan keluarganya gara-gara hobi dia yang 1 itu. Dan dia ingin membuktikan kalau game tidak bisa dipandang sebelah mata, maka dari itu dia berusaha tekun bermain game yang ia mainkan, ikut turnamen sana-sini dan bisa menghasilkan bagi dirinya untuk bukti kepada orang tuanya kalau dalam game dia tidak hanya bermain-main, tapi juga bisa untuk mencari uang.”
Bahkan kalian bisa mengambil ide dari cerita orang lain bahkan film-film yang kalian tonton. Saat kalian membaca cerita/menonton film lain pasti kalian pernah berpikir seperti ini. (Tapi ingat, jangan menjiplak mati ide cerita orang lain kalau muka kalian sudah tebal untuk dikatain ‘Plagiat’)
“Coba tokohnya begini, lalu pas adegan ini dia begini kan nanti si pacarnya bisa begitu. Lalu cara dia menyelesaikannya begini agar bisa diterima pembaca dan pembaca mengerti kondisinya.”
Ya, yang kalian pikirkan diatas itu adalah akar Ide lho. Saya yakin bagi para pembaca yang membaca cerita saya yang berjudul Beatiful Aurora pasti menginginkan atau mengharapkan ada masalah drama yang pelik antara Dion dan Melody dalam drama hubungan mereka? Hahaha. (Tapi saya ogah bikin drama gituan)
Jadi dengan itu sudah jelas, Ide bisa kalian dapatkan dimana-mana.
Bahkan kalau kalian malas mencari ide, itu juga bisa menjadi ide. Ya itu tadi, malas cari ide. Bingung? Mungkin bisa saya jelaskan dibawah ini.
“Gue pengen membuat cerita tentang orang yang malas sekali mencari ide untuk pekerjaannya.”
Tuh, jadi ide cerita kan? Hahahaha. #Plak
Yang pasti itulah yang paling pertama, yaitu sebuah ide cerita yang bisa dijadikan cerita.
[2] PLOT
Sehabis mendapatkan ide maka yang harus kalian lakukan adalah mengeksekusi plot-nya.
Penjelasannya mudahnya seperti ini, misalnya ide ceritanya tentang Uang. Maka kalian eksekusi cerita tentang uang itu dari Awal-Tengah-dan Akhir.
AWAL : Seorang pemuda menemukan duit berkarung-karung dibelakang rumahnya.
TENGAH : Ternyata banyak yang mengklaim uang itu sampai akhirnya pemuda itu bertarung dengan orang-orang lain untuk mempertahankan uang itu.
AKHIR : Sang Pemuda menang dan ia pun memiliki hak sepenuhnya atas uang itu.
Saya yakin ini tidak susah bagi kalian.
[3] TENTUKAN TOKOH-TOKOH CERITANYA.
Dalam sebuah cerita yang namanya ‘Tokoh’ itu penting, terserah mau tokohnya itu mempunyai nama atau pun tidak. Mau dia manusia kek, terserah kalian yang pasti setiap cerita harus ada tokoh.
Saran saya untuk membuat tokoh cerita janganlah terlalu sempurna. Bener, pokoknya jangan. Itu saran saya. Didunia ini memang ada orang seperti itu tapi tidak semua orang bisa menerimanya begitu saja apalagi dituangkan didalam cerita.
Tokoh yang terlalu sempurna itu hanya menjadi bahan olok-olokan saja dan tokoh yang seperti ini pasti tak jauh dari cerita komedi atau pun Parody. Karena kalau didua konteks itu barulah orang bisa menerima sosok sempurna walau pada akhirnya diolok-olok juga.
Contoh kecil cerita komik ‘Terlalu Tampan’, tidak jauh dari komedi bukan?
Kalian bisa menentukan tokoh-tokoh yang mau kalian taruh didalam cerita kalian dan pastikan memberi penjelasan agar pembaca bisa mengenal tokoh yang kalian ciptakan itu DAN pastikan juga kalau tokoh-tokoh yang kalian ceritakan itu berhubungan dengan cerita yang kalian buat.
Kalau mengambil contoh dari cerita saya yang Beautiful Aurora, maka inilah karakter tokoh-tokoh yang ada dicerita saya.
Dion : Rambut acak-acakan dan tampangnya lumayan, jago Bahasa Inggris tapi lemah terhadap pelajaran lain terutama matematika, kalau marah maka tubuhnya akan mengeluarkan reaksi tertentu (urat-uratnya muncul)
Bayu : Berkacamata, cuek, tampangnya lumayan, satu-satunya tokoh yang memiliki kekayaan melimpah daripada tokoh-tokoh lainnya (Kaya Raya), takut dengan kerupuk.
Damar : Polosnya minta ampun, setia kawan, jujur, senang membantu temannya.
Ega : Ceplas-ceplos, sering bertingkah konyol, langganan diejek, bakatnya tentang musik jauh lebih tinggi daripada tokoh-tokoh yang lain.
Arya : Tokoh yang paling tampan diantara tokoh-tokoh lainnya, sering juga bertingkah konyol, semua pelajaran menjadi kelemahannya, walau tampangnya tampan tapi dia tidak punya bakat menjadi playboy.
Made : Tokoh yang paling cuek diantara yang lain, namanya berbau khas-khas Bali, tampangnya Jawa, tapi gaya omongannya ‘Ane-Ente’.
Segitu saja, jadi dengan karakteristik tokoh-tokoh bisa mempermudah pembaca untuk mengingat tokoh-tokoh yang ada dicerita kalian, dan pastikan memberi ‘Porsi’ yang sesuai disetiap tokoh yang kalian ciptakan dan disesuaikan dengan jalan cerita yang kalian buat. (Tidak perlu semua tokoh yang ada didalam cerita menjadi tokoh untuk memperkuat plot, anggap saja tokoh selingan)
Yang penting adalah, jangan memaksa pembaca untuk mengenal tokoh secara tiba-tiba kalau tidak ada latar yang membelakangi tokoh tersebut.
Pembaca itu tidak bodoh.
Dan mereka akan ‘Marah’ kalau dipaksa tiba-tiba seperti itu yang mengakibatkan pembaca malas membaca cerita anda.
[4] INI ITU DAN LAIN-LAIN.
Dan sekarang waktunya untuk memberitahu ciri-ciri khas cerita saya.
Tapi sebelumnya saya mau memberitahu saya ini tipe apa dalam dunia tulis-menulis. Hal ini juga pernah disampaikan pengarang Bakuman, yang pasti intinya tetap sama.
Ada 2 tipe:
 Tipe perhitungan: Tipe yang memikirkan terlebih dahulu cerita yang mau ia karang.
Tipe Jenius : Tipe yang tanpa memikirkan apapun dan langsung membuat cerita yang ia inginkan tanpa kerangka apapun.
Tipe nomor 2 (Jenius) adalah ‘Penjudi’ karena cerita karangannya bisa saja disukai pembaca tapi tak jarang tidak disukai oleh pembaca. Yang paling aman adalah tipe perhitungan.
Dan saya adalah Tipe Perhitungan.
Saya ingatkan kepada pembaca jangan belagak menjadi tipe jenius kalau pada akhirnya anda kelabakan dan menjadi tipe perhitungan, karena saya yakin orang tipe ini pasti bingung gimana mencari kelanjutan untuk ceritanya sampai akhirnya... ceritanya itu tidak selesai (Karena dia bingung sendiri)
Anda bisa menjadi tipe jenius, tapi cerita yang cocok untuk tipe ini adalah cerita pendek. Karena minim resiko.
Tapi ada juga tipe yang merupakan gabungan kedua itu, ini saya sebut Tipe Gado-Gado yaitu tipe yang mulai dari perhitungan dulu sebagai titik utamanya.
Tipe Gado-Gado : Memperhitungkan cerita yang ia buat (Ide) dan langsung membuatnya tanpa pikir panjang lagi. Biasanya orang seperti ini bereksperimen dengan ceritanya dan ia memilih cerita-cerita mana saja yang cocok dengannya. Biasanya ceritanya itu berupa cerita pendek terlebih dahulu.
Selain 3 tipe tadi, ada juga tipe 1 lagi. Yaitu Tipe Semasa Bodoh.
Tipe semasa bodoh : Tipe yang tidak perduli plotnya seperti apa, idenya seperti apa, dan tak perduli ceritanya bakalan bagus atau tidak tapi dia sudah memikirkan akhir ceritanya. Terkadang alur ceritanya jelas kadang tidak jelas.
Tipe semasa bodoh ini pernah saya terapkan pada cerita saya yang berjudul IDIOTIQUE series. Dan tidak hanya saya saja, Ega dan Adis juga tipe semasa bodoh. Lihat saja cerita mereka ha ha ha ha.
Tapi 2 Tipe sebelumnya itu yang paling utama
Perhitungan dan Jenius.
Sedangkan Gado-gado dan Semasa Bodo itu hanya tipe versi saya saja, jadi tidak termasuk hitungan resmi.
Kenapa saya memperkenalkan tipe-tipe ini? Saya sendiri tidak tahu, biar ada bahan tulisan aje he he he he he.
-
Dan inilah ciri-ciri cerita saya dalam menulis cerita. Jadi bisa dibilang ini adalah SHARING bukan MENGGURUI. Karena saya yakin tidak semua orang memiliki ciri khas yang sama.
1. SAYA MEMAKAI KATA-KATA BAKU, NON BAKU UNTUK CERITA SAYA.
Ya, saya sering memakai kata-kata baku atau pun non baku. Sangat jarang saya memakai kata gaul untuk cerita saya, kalau pun kata gaul itu adalah kata-kata gaul umum yang bisa dimengerti oleh pembaca. (Loe-Gue dll)
Bisa saja saya memakai kata Tubir, tapi tidak semua orang tahu apa itu Tubir yang merupakan kebalikan kata dari Ribut.
Bisa saja saya memakai kata Pan, tapi tidak semua orang tahu maksud Pan itu apa. Malah akan terlihat aneh bagi orang dan reflek orang mengartikannya sebagai KAN. (Walau emang itu kata penggantinya)
Tapi saya lebih memilih untuk membuat cerita dengan kata-kata yang dimana semua orang Indonesia yang membacanya bisa mengerti maksudnya, tidak perduli dibilang Baku/non Baku.
-
2. SAYA SUDAH JARANG MEMAKAI KATA ‘UCAP’ UNTUK KETERANGAN DIALOG PERCAKAPAN ANTAR TOKOH.
Dahulu sewaktu membuat cerita Beautiful Aurora, kata Ucap sering saya gunakan untuk keterangan dialog. Ini saya sadari saat membaca cerita-cerita saya sebelum cerita Beautiful Aurora III.
Kesannya adalah ‘MONOTON’.
Saya pernah membicarakan ini dengan Damar, mungkin kalian mengenal dia ini begitu konyol dan polos dari cerita saya. Itu yang memang bisa dikenalnya dari cerita yang saya buat, tapi dia ini sebenarnya adalah Jurnalis. Ya, dia itu pinter lho dalam hal tulis-menulis.
Dari Damar maka dia memberitahu kalau masih banyak kata keterangan lain selain kata Ucap. Dan berkat dialah saya merubah semua kata-kata keterangan saya disetiap dialog. Contohnya mungkin bisa dilihat dibawah ini:
Ini saya dahulu sewaktu sering menggunakan kata UCAP:
“Gue nggak tau, waktu gue kesitu sudah ada penggarisnya. Padahal tadi gue liat gak ada sebelumnya. Sumpah, gue gak bohong,” ucap Dion.
Dan inilah saya setelah memakai kata lain selain UCAP:
“Gue nggak tau, waktu gue kesitu sudah ada penggarisnya. Padahal tadi gue liat gak ada sebelumnya. Sumpah, gue gak bohong,” papar Dion kepada semuanya.
Atau
Dion lantas menjelaskan kepada semuanya, “Gue nggak tau, waktu gue kesitu sudah ada penggarisnya. Padahal tadi gue liat gak ada sebelumnya. Sumpah, gue gak bohong,”
-
Bagaimana? Lebih variatif dan enak dibaca bukan? Ha ha ha ha. Dan ingatlah ini, kata keterangan dialog bisa dilakukan diawal dialog atau diakhir dialog.
Jadi kata keterangan dialog tidak harus diakhir percakapan dialog saja.
Dan biasakan sertakan kata keterangan yang sesuai dengan tanda baca didalam dialog, karena kalau pake kata UCAP akan janggal dibaca. Contoh bica dilihat dibawah ini
Kalimat dialog yang ada tanda tanya dengan UCAP.
“Bagaimana caranya?” ucap Dion.

Kalimat dialog yang ada tanda tanya tanpa UCAP.
“Bagaimana caranya?” tanya Dion kepada Enu.
Dion bertanya kepada Enu, “Bagaimana caranya?”

Kalimat dialog yang ada tanda seru dengan UCAP
“Sini kau!” ucap Dion.

Kalimat dialog yang ada tanda seru tanpa UCAP
“Sini kau!” seru Dion kepadanya.
Dion lantas berteriak, “Sini kau!”

-
Semoga pembaca sudah bisa melihat perbedaannya dan mana yang lebih pas dan enak dibaca. Ini pernah saya sampaikan di Beautiful Aurora III lewat tokoh Veranda.
Selain kata Ucap banyak kok kata-kata yang mewakilkan keterangan dialog selain kata itu, seperti Papar, Tutur, Ujar, Ulas, Kata. Yang penting bagaimana kalian memvariasikannya.
“Ya, kira-kira seperti ini,” jelas Dion kepada pembaca yang membaca tips ini.
He he he he.
Sekarang biasanya saya langsung saja menuliskan keterangan keadaan saat terjadinya dialog tanpa perlu embel-embel UCAP, TUTUR, UJAR dll. Itu bisa dilihat dalam cerita saya yang terbaru ini yaitu Beautiful Aurora 6. Tapi bukan berarti saya meninggalkan kata-kata itu he he.
-
3. MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL PADA KATA TERTENTU.
Untuk huruf kapital (Huruf besar) harus digunakan untuk nama seseorang, nama tempat dan awal kalimat dialog.
Semisalnya saya menyebutkan nama Enu, maka harus menggunakan huruf kapital didepan namanya. Contohnya? Tuh udah saya tulis pas nyebut nama Enu ha ha ha.
Lalu nama tempat, ini wajib dipasang huruf kapital. Seperti contoh Istana Presiden atau nama kota/daerah seperti Jakarta, Bandung dan lain-lain.
Dan ini sering saya gunakan sewaktu menggunakan kolom dialog, “Seperti ini.” (Huruf pada awal percakapan harus huruf besar.)
-
4. TANDA BACA DIDALAM DIALOG
Ini dulu sering saya abaikan dalam cerita-cerita saya dan juga cerita orang lain yang saya baca ha ha ha. Tapi semenjak B.A III dan seterusnya saya memperhatikan hal ini dan cerita-cerita saya selanjutnya.
Yaitu penggunaan kata titik dan koma.
“Apabila ada dialog yang ingin digunakan dengan kata keterangan sebisa mungkin gunakan tanda koma diakhir kalimat seperti ini,” kata Dion kepada pembaca yang membaca ini. (Lihat tanda koma diakhir dialog)
Kata koma digunakan apabila penulis ingin membubuhkan kata keterangan sehabis dialog.
“Dan gunakan tanda titik sebagai penutup kalimat apabila tidak ada keterangan atau lanjutan dialog yang hendak kalian tulis seperti ini.” (Lihat tanda titik diakhir dialog)
Apabila tidak ada tanda baca dalam dialog “Seperti ini” maka itu tak lebih dari kutipan biasa bagi saya.
Setidaknya hal ini saya terapkan untuk diri saya terhadap cerita-cerita saya, karena menurut saya hal ini akan jauh lebih enak dibaca. Tapi itu terserah kalian karena saya hanya sharing saja disini.
5. SAYA TIDAK MEMAKAI EMOTICON atau MENYINGKAT KATA-KATA.
Hal ini saya sering lihat dicerita-cerita orang lain yaitu memakai emoticon yang justru tidak enak dibaca apalagi dengan emoticon dua titik v alias :v (Entah kenapa saya eneg dengan emoticon ini sekarang, padahal jaman-jaman iRC gak terlalu)
Sebagai contoh bisa dilihat dibawah ini:
“Hai, apa kau tadi melihatnya? :v padahal tadi dia ada disitu wkwkwkw”
Terasa aneh bukan? Ini dialog percakapan atau dialog chat? Ha ha ha ha.
Apalagi dialog percakapan yang disingkat seperti ini:
“Hai, loe dmn? Jd prgi gk?”
Sudah seperti kalimat chat/SMS saja ha ha ha.
Saya tidak melakukan kedua hal ini karena memang tidak enak dibaca jadinya. Tapi entahlah bagi orang lain.
Tapi, saya juga memakai kedua hal itu (Kalimat disingkat, menggunakan emoticon) apabila saya melakukan dialog percakapan antar 2 tokoh apabila berhubungan dengan chat dan SMS, dan pembaca yang membacanya bisa membedakan mana percakapan langsung antar 2 tokoh mana percakapan lewat SMS/Chat. Contohnya banyak dicerita saya dan saya yakin pembaca mengerti akan hal itu karena nalar kalian sebagai manusia.
-
6. SAYA TIDAK MELAKUKAN BREAK THE WALL.
Break The Wall yang saya maksud adalah tokoh dicerita ini melakukan dialog seolah-olah berbicara dengan penulisnya itu sendiri.
Biasanya kata-katanya seperti dibawah ini:
Gue yang tak tahu harus bagaimana akhirnya mulai berpikir, tapi otak gue mampet! Hey author! Bantu gue dong?
(Lalu tiba-tiba ada dialog author/penulis-nya yang berbicara dengan tokohnya disitu)
Author: Apa? Loe yang punya otak ya loe dong yang harus mikir.
Bantu gue dong! Kan elo yang nulis cerita ini!
Author: Bodo amat.
-
Ya itu dia yang saya maksud hahaha. Bagi saya itu tidak enak dibaca dan tidak ‘Realistis’. Mengingatkan saya kepada Deadpool saja jadinya yang bisa seenak jidat keluar dari kolom komik dan protes kepada pengarang komiknya ha ha ha ha.
Tapi kembali lagi, itu menurut saya, entah bagi orang lain.
Kalau saya tidak pernah menerapkan hal ini dicerita saya.
-
6. SAYA TIDAK MEMAKAI KETERANGAN SKIP-SKIP.
Saya tidak pernah menulis kata ‘Skip’ secara langsung untuk mempersingkat waktu adegan cerita yang saya buat. Kata skip ini biasanya saya lihat dicerita-cerita orang lain.
Contohnya seperti dibawah ini:
“Dion, aku cinta kamu. Jadikan aku istri keduamu,” pinta Veranda kepada Dion.
“Tapi Melody juga mau menjadi istri keduaku, Veranda,” Dion gegalapan
Skip setahun kemudian.
Akhirnya Dion punya 3 istri yaitu Mumu, Melody dan Veranda.
Tamat.
-
Kira-kira seperti itu, dan kalimat yang saya kasih huruf tebal itulah skip yang saya maksud. Saya tidak pernah melakukan hal itu karena rasanya akan... gimana ya.... Gak enak dibaca itu sudah pasti, dan yang kedua.... terasa cepat dan memaksa saja jadinya.
Karena itu saya tak pernah memakai kata Skip untuk adegan selanjutnya.
Adis pernah menerapkan cerita ini diceritanya, untung saja ceritanya itu dan dianya tipe ‘SEMASA BODO’.
-
7. KATA ASING SELALU SAYA BERI TANDA MIRING.
Hal ini sudah menjadi kebiasaan saya semasa kuliah untuk memberikan tanda miring terhadap kata-kata atau kalimat-kalimat asing.
Semisalnya saya menyebutkan kata Smartphone, maka kata Smartphone itu akan saya beri tanda miring karena itu adalah kata asing. Dan tidak hanya saya, orang-orang yang terjun didunia tulis menulis profesional (Baik penulis artike koran, majalah dll) pun memberi tanda miring untuk kata asing disetiap kata/kalimat yang mereka buat.
Contohnya sudah bisa dilihat diatas paragraf ini he he he.
-
8. SAYA TIDAK MEMBERI TANDA SFX SECARA TERANG-TERANGAN.
Dalam hal ini saya bisa dibilang susah dikasih tahu ha ha ha. Saya tahu kalau memakai SFX (Baca: Sound effect, saya juga bingung kenapa ini disebut sound effect padahal tak ada suara yang keluar dari kata itu) itu membuat kesan membaca menjadi kurang tapi entah kenapa saya suka memberi SFX untuk setiap cerita saya.
Tapi saya tidak terang-terangan menyebutkan keterangan SFX, tapi langsung saja saya sebutkan.
Mungkin pembedanya bisa dilihat dibawah ini:
Dion dengan tampannya mengacungkan senjata dan menembakkannya.
Sfx: Dor! Dor! Dor!
Dan musuhnya pun mati.
-
Lihat kata Sfx yang saya kasih huruf tebal tersebut, saya tidak memakai hal itu karena saya memakainya seperti ini:
Dion dengan tampan dan penuh pesona mengacungkan senjata apinya dan menembak musuhnya
Door!! (tidak memakai keterangan sfx )
-
Ya, kalau saya langsung saja memberi keterangan sfx nya itu dengan huruf miring.
Dan seperti yang saya bilang sebelumnya kalau sfx ini memang membuat kalimat keterangan/narasi menjadi tidak enak dibaca, tapi bagi saya tidak masalah. Lagipula saya tidak melakukan sfx terus-terusan sampai cerita tamat bukan? Ha ha ha, dan kalau mau tahu sfx ini juga sering dipakai juga oleh penulis profesional lainnya dengan cara mereka tersendiri yang dimana mereka tidak terlalu frontal menggunakannya seperti Dorr! Dorr! Dorr!.
Karena SFX itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap jalan cerita. KECUALI seperti yang saya bilang tadi kalau sfx-nya dipakai terus-terusan sampai akhirnya cerita.
Contohnya seperti dibawah ini:
Dion yang baik hati dan sering membantu nenek-nenek menyebrang jalan bertemu dengan pasukan Bing yang hobi memberi sedekah kepada fakir miskin diteras rumah pak Darto. Dengan semangat 4 sehat 5 sempurna maka terjadilah aksi tembak-menembak dengan senjata berat dari kedua pihak secara membabi buta didepan rumah Pak Darto yang dimana tuan rumahnya sedang asyik menonton drama India di ANTV.
DUAAAR!!!
DOR!
DOR!
DOR!
CIUUUUUUU (bunyi granat dilempar) DUAAAAR!!!
DORRR! DORRR!
DZING! DZING! (bunyi peluru menyerempet dinding)
DORRR!
DUAAR!
DUAAAR!!!
DUAAAR!!!
DUAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!
DOOOR!!
DOOOOR!!!
DOOOOOR!!!


DUAAAR!!!
DUAAAR!!!
DUAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!
DOOOR!!
DOOOOR!!!

DOOOOOR!!!


DUAAAR!!!
DUAAAR!!!
DUAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!
DOOOR!!
DOOOOR!!!

DOOOOOR!!!
DUAAAAAAAAAAAAAAAARRR!!!!!
Tamat/Bersambung
-
Nah, bagaimana perasaan kalian membaca cerita yang 90% isinya sfx doang? Langsung tamat atau bersambung malahan ha ha ha ha.
Yah pokoknya bagi saya ini biasa saja asalkan sfx-nya tidak seperti contoh diatas.
Dan saya kadang ‘Ingat’ juga dan tidak memakai sfx apapun didalam cerita saya. Bisa dilihat dari beberapa cerita saya yang memungkikan ada sfx nya.
-
9. SAYA SELALU MEMBUAT POINT-POINT CERITANYA TERLEBIH DAHULU.
Saya tadi sudah menyebutkan kalau saya ini tipe perhitungan dan saya sudah memperhitungkan cerita-cerita apa saja yang hendak saya sajikan.
Ibarat memasak kalian tentu harus mempersiapkan bumbu/bahan-bahan masakannya bukan? Bumbu-bumbu (Point-point) itulah yang saya gunakan.
Saya pernah menjelaskan hal ini dicerita saya yang berjudul ‘APRILOGY’, disitu ada saya jelaskan secara lengkap jadi bagi kalian yang ingin tahu point-point apa yang dimaksud bisa langsung cek saja dicerita itu ->> A P R I L O G Y.
(Malas ngetik ulang aje, makanya saya suruh kalian kesana)
Itu cara saya, entah cara orang lain. Cara orang berbeda-beda.
-
-
Sepertinya hanya segitu saja tips yang bisa saya berikan dari cara saya menulis cerita karena saya bingung apa-apa lagi yang mau saya sampaikan ha ha ha ha.
Dan jangan TERPAKU dengan cara saya karena bisa dibilang saya ini hanya sharing biasa saja dan bukanlah cara menulis RESMI. Bisa dibilang jangan menjadikan cara saya ini sebagai PATOKAN.
Tips-tips diatas adalah semua jawaban dari semua pertanyaan yang sering saya dapatkan. Dan soal judul cerita tak usah disebutkan lagi karena dulu saya pernah menyebutkan kalau saya ini tidak perduli dengan yang namanya judul cerita ha ha ha. Lagian saya membuat ini hanya untuk menambah artikel mantan blog saya entu atas permintaan Ega dan Adis. (Baca: Melodion)
Akhir kata semoga ini membantu kalian. Yang mau sharing-sharing dunia tulis-menulis monggo coret-coret dikolom komentar.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (p.s : Nggak jawab salam dosa lho)
- Dion –
Cerita-Cerita Dion diblog Melodion:
1. Beautifull Aurora [ Link ]
2. Beautifull Aurora II [ Link ]
3. Beautifull Aurora III [ Link ]
4. Beautifull Aurora IV early (Menjadi cerita B.A V) [ Link ]
5. Beautifull Aurora IV [ Link ]
6. Beautifull Aurora V [ Link ]
7. Beautifull Aurora : Berandal, bagian 1 [ Link ]
8. Beautifull Aurora : Berandal, bagian 2 [ Link ]
9. Beautifull Aurora : Offspring [ Link ]
10. Plain Vanilla [ Link ]
11. Secangkir Kopi dihari Minggu [ Link ]
12. Stockholm Syndrome [ Link ]
13. Stockholm Syndrome vol. 2 [ Link ]
14. About a Girl [ Link ]
15. Line [ Link ]
16. Back 2 Universe [ Link ]
17. I D I O T I Q U E [ Link ]
18. I D I O T I Q U E 2 : Receh-Receh [ Link ]
19. I D I O T I Q U E 3 : Storm [ Link ]
20. I D I O T I Q U E 4 [ Link ]
21. I D I O T I Q U E 5 [ Link ]
22. Redrum [ Link ]
23. Redrum : Supremacy [ Link ]
24. Redrum : Hesitate [ Link ]
25. Redrum : Vin [ Link ]
26. Redrum : Escape [ Link ]
27. Redrum : Redemption (Tidak jadi dilanjutkan) [ Link ]
28. N U M E R I Q [ Link ]

29. A P R I L O G Y [ Link ]

30. Beautiful Aurora VI [ Link ]
© Melodion 2018 All Right Reserved

11 comments

avatar

Anjir kok gw ngakak g karuan pas baca contoh cerita full sfx wkwkwk

avatar

Yang penjelasan bagian sfx bisa diganti aja nggak?

avatar

Terbaik lah pokok nya bang
Pas tanya jawab nya

avatar

slh 1 ciri khas bg dion nulis cerita slma ini ane perhatiin adalah suka absurd mendadak wkwkwkw
itu knp ada najwa shihab, dtng2 mnta traktir lg wkwkw lalu dialog dan bahasa2 absurd yg bg dion gunakan udh jd ciri khas bg dion gw perhatiin
ane jg lg nyoba nulis2 dan trm ksh udh mmbritahu mana bgian yg tdk enak dibaca agar bs ane antisipasi nntinya hhe

lalu walaikum salam, udah ane jawab bg jd ane ndk dosa hehehe

avatar

Yang bagian "dengan tampan dan penuh pesona bla bla bla"

avatar

Apakah bang Dion membuat point-point terlebih dahulu disetiap partnya?

avatar

Semoga lancar ha ha ha ha ha

avatar

Ya.

Point-point itu bisa dibilang "Apa-apa saja yang hendak diceritakan kepada pembaca, baik dari perkenalan tokoh, alur dan jalannya plot."

Seperti saat berpikir gitu, "Oh nanti gue mau masukin adegan ini lalu ini itu dan lain-lain."

Tapi apa yang dipikirkan itu harus kena ke pembaca, itulah gunanya point bagi saya. Kalau perlu siapkan buku kecil dan pen untuk mencatat sesuatu apabila ada ide yang terlintas untuk cerita, bisa juga catat di HP. Kalau ingatanmu kuat untuk mengingatnya maka ke 2 hal tadi tidak masalah.

Yang penting adalah point-point itu tidak melenceng dari cerita dan 'Kena' dengan pembaca.

Begitulah kira-kira.

avatar

[Tambahan]

Apabila point-pointnya sudah disiapkan, maka pilah-pilah lagi pointnya. Kalau sudah pas maka eksekusi hal itu.

Click to comment